Kebudayaan Bali yang Unik Tercermin di Desa Tenganan

desa tenganan, tour bali, wisata bali

Kebudayaan Bali yang Unik Tercermin di Desa TengananTenganan merupakan sebuah desa tradisional di Bali yang menjadi destinasi wisata menarik. Desa tradisional ini terletak di Kecamatan Manggih, Kabupaten Karangasem, Bali.

Desa Tenganan merupakan salah satu dari tiga desa di Bali yang masuk dalam kategori Bali Aga. Dengan dua diantaranya adalah Desa Trunyan dan Desa Sembiran.

Bali Aga memiliki arti sebagai desa yang bergaya hidup tradisonal dengan masyarakatnya yang masih berpedoman teguh terhadap peraturan dan adat istiadat warisan leluhur. Leluhur Desa Tenganan sendiri adalah zaman Kerajaan Majapahit.

Jika berkunjung ke Desa Tenganan ini anda dapat melihat arsitektur rumah yang unik, balai pertemuan lengkap dengan pura-pura. Sehingga memperkental nuansa kebudayaan yang kuat secara turun-temurun. Ciri-ciri bangunan rumah penduduk Desa Tenganan terbuat dari campuran batu merah, batu sungai dengan tanah dan ukuran yang relatif sama.

>> Baca juga : 5 Tempat Pemandian Air Panas di Bali

Desa Tenganan hanya berjarak 70 km saja dari Bandara Ngurah Rai. Untuk tiba ke lokasi anda harus menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam dengan berkendara.

Jika terjadi kamacetan tentunya dapat memakan waktu yang lebih lama. Desa tradisional ini lokasinya berada tidak jauh dengan objek wisata Candidasa.

Sebagai besar penduduk Desa Tenganan ini bermata pencaharian sebagai petani padi. Dan hanya sebagian kecil yang bekerja sebagai pengrajin. Kerajinan khas Desa Tenganan ini seperti ukir-ukiran, anyaman, lukisan diatas daun lontar dan kain tenun.

Keunikan yang dimiliki oleh Desa Tenganan in bukan hanya itu saja. Karena penduduknya juga masih menenun kain gringsing dan mengadakan acara perang pandan.

Kain tenun yang dibuat oleh penduduk dibuat dengan cara teknik dobel ikat. Teknik ini hanya satu-satunya yang ada di Indonesia. Sehingga kain gringsing merupakan hasil karya yang tekrenal di Indonesia juga dunia.

Sedangkan perang pandan merupakan tradisi unik yang biasa diadakan pada bulan Juni. perang pandang sendiri adalah ritual sepasang pemuda desa yang saling sayat menggunakan duri-duri dari daun pandan diatas paggung.

Akibat sayatan dari daun pandan tersebut maka akan menimbulkan luka di punggu pemuda desa. Setelah selain luka akan diobati dengan obat tradisional dengan menggunakan bahan umbi-umbian.

Sekarang ini Desa Tenganan didiami oleh 700 penduduk dengan luas 917,2 hektar. Jadi saat berkunjung ke Desa Tenganan ini pastikan anda mengunjungi setiap sudutnya ya guys… karena Desa Tenganan menawarkan banyak kebudayaan yang luar biasa dan langka di dapatkan.

>> Lihat juga : Paket Tour Bali 3 Hari 2 Malam