Wisata Sejarah Teropong Bintang Bosscha Bandung

Teropong Bintang Bosscha – Jika Anda sedang mencari tempat hiburan yang sekaligus punya nilai pengetahuan yang baru bagi anak Anda Teropong Bintang Bosscha Bandung jawabannya.

Melihat indahnya benda yang berada di luar angkasa akan jadi kegiatan wisata yang seru serta unik bagi anak-anak Anda. Ini dapat memberikan pengalaman yang unik dan tentunya menarik bagi anak-anak dengan melihat langsung benda langit yang eksotis seperti bintang-bintang, matahari, bulan dan juga masih banyak benda-benda langit lainnya di luar angkasa melalui Teropong Bintang Bosscha.

Anda tak perlu berkunjung ke luar angkasa jika hanya ingin melihat benda di langit yang banyak sekali jumlahnya belum lagi wilayahnya yang luas. Anda dapat wisata lebih murah dengan mengunjungi  Teropong Bintang Bosscha Bandung atau Observatorium Bosscha.

boscha lembang

Klik : Paket Wisata Bandung 2 Hari 1 Malam Murah

Setelah itu Anda dapat berkunjung ke beragam tempat wisata di Bandung yang menarik dan harganya terjangkau. Entah itu wisata kuliner Banudng, Belanja di tempat wisata Bandung sampai menikmati indahnya alam khas Bandung yang sangat romantis dengan berkunjung ke berbagai wisata alam di Bandung.

Observatorium Bosscha Bandung merupakan satu di antara tempat untuk melihat dan juga melakukan penelitian bintang di luar angkasa yang usianya paling tua di Indonesia. Lokasi Teropong Bintang Bosscha terletak tak lebih hanya sekitar 15 Km di Barat kota Bandung.

Lokasi arealnya mencapai 6 hektar, ketinggian tempatnya 1.300 meter di atas permukaan air laut. Sehingga tepat sekali jika Anda berkunjung ke sini yang jadi arena wisata pendidikan serta sejarah. Juga sangat cocok bagi liburan keluarga karena hawanya yang sejuk dan punya keindahan alam yang dapat anda nikmati saat berkunjung ke Bosscha Bandung.

Klik : Paket Wisata Trans Studio Bandung

Sejarah Teropong Bintang Bosscha

Teropong Bintang Bosscha dulunya bernama Bosscha Sterrenwacht, dicanangkan pertama kali menjadi proyek mega pentin. Pada masanya ini dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Dan peletakan batu pertama pada tahun 1923 dan selesai pada tahun 1928.

PembangunanBdi Lembang Bandung ini ada alasannya. Bukan hanya proyek mercusuar semata yang berasal dari segelintir golongan kaya bangsa belanda layaknya  yang terjadi dengan kontroversi tentang Misteri Villa Isola. Observatorium Bosscha didirikan dengan tujuan yang penting dari para ahli astronomi abad ke-20. Mereka menyadari bahwa gugusan bintang-bintang di angkasa membentuk sebuah sistem galaksi yang satu sama lainnya terikat. Dengan bekal keinginantahuan untuk memahami struktur jaringan galaksi yang begitu luas tersebut,  mereka berpikir tak hanya cukup dengan meneliti apabila sejumlah teleskop besar yang digunakan untuk meneliti galaksi tersebut berpusat di belahan bumi bagian utara saja yaitu seperti Eropa dan Amerika.

Karel Albert Rudolf Bosscha yang merupakan seorang pengusaha kaya menjadi penyandang dana utama untuk proyek pembangunan Observatorium ini. Rudolf Albert Kerkhoven serta astronom  Belanda kelahiran Madiun Jawa timur Joan George Erardus Gijsbertus Voûte juga membantu. Itu sebabnya namanya menjadi Bosscha.

Dananya mengbabiskan hingga 1 juta gulden atau setara dengan 1/6 dari dana anggaran yang digunakan untuk membangun gedung bersejarah Bandung yaitu Gedung Sate yang begitu fenomenal. Menjadi pusat observasi yang sempat jadi yang terbesar pada masanya, observatorium atau pun Teropong Bintang Bosscha ini punya fasilitas dan juga peralatan untuk penelitian yang berupa teleskop sampai 5 jenis dan setiap dari teleskop tersebut punya kemampuan dan juga spesifikasi tertentu dengan fungsinya untuk penerawangan benda angka luar.

Klik : Paket Rafting Palayangan Bandung